AS Buat Situs Tiruan Twitter Promosikan Debat Politik

presstv.irBeberapa waktu yang lalu muncul kabar bahwa Amerika Serikat membuat situs tiruan Twitter di Kuba. Situs tiruan ini tentu saja meniru Twitter dan ditujukan untuk melakukan infiltrasi ke Kuba. Caranya adalah dengan merilis jaringan perpesanan yang bisa menjangkau ribuan orang Kuba. Jaringan perpesanan ini dilakukan melalui pesan teks di ponsel untuk menghindari kontrol yang sangat ketat dari pemerintah Kuba. Jaringan perpesanan ini disebut ZunZuneo.

Untuk menyembunyikan jaringan tersebut dari pemerintah Kuba, Amerika Serikat  membuat sebuah sistem pengenalan perusahaan yang sangat rumit dengan menggunakan rekening bank Kepulauan Cayman dan eksekutif yang direkrut tidak akan diberitahu adanya hubungan antara perusahaan tersebut dengan pemerintah AS.

Belakangan, beredar kabar  bahwa cakupan negara tempat mendirikan situs yang menyerupai Twitter dan ditujukan untuk mempromosikan debat politik tidak hanya di Kuba, bahkan kemungkinan di seluruh dunia.

Pemerintah AS telah mengoperasikan beberapa layanan media sosial di seluruh dunia dengan harapan menyediakan forum untuk debat dan mungkin kerusuhan politik. Program tersebut dioperasikan di Pakistan, Afghanistan, Kenya, dan puluhan negara-negara lain mirip dengan ZunZuneo, layanan media sosial yang memiliki pengguna 40.000 di Kuba.

Program ZunZuneo secara diam-diam dijalankan oleh US Agency for International Development (USAID) diungkapkan oleh Associated Press awal bulan April 2014 dalam sebuah laporan yang mendalam. Pada puncaknya, layanan berbasis pesan teks  dan digambarkan sebagai  Cuban Twitter ini, memiliki sekitar 40.000 pengguna . Layanan ini tiba-tiba ditutup pada tahun 2012 setelah para pejabat kehabisan uang dan gagal untuk membuat layanan tersebut berjalan secara mandiri.

Program lain diungkapkan oleh para pejabat dalam pemerintahan Obama beberapa hari yang lalu. Di Afghanistan dan Pakistan, layanan media sosial buatan AS tersebut  dijalankan oleh Departemen Luar Negeri , bukan oleh USAID. Program di Pakistan disebut Humari Awaz (Our Voices ), tidak berjalan secara rahasia karena pejabat AS bekerja sama dengan pemerintah dan perusahaan telekomunikasi Pakistan untuk mempromosikannya.

Namun, program di Pakistan ini kemudian ditutup seperti yang dialami oleh ZunZuneo, demikian juga program yang sama di Afghanistan. Program lain di Kenya, yang disebut Yes Youth Can, masih aktif dan sedang dijalankan oleh USAID. Sasaran dari puluhan program lainnya tidak diketahui, namun para pejabat mengatakan ada rencana untuk memulai layanan serupa di Nigeria dan Zimbabwe. Kedua instansi pemerintah AS (departemen luar negeri dan USAID) menjalankan program tersebut setelah pemberontakan Arab Spring pada tahun 2010. Pemberontakan ini dikaitkan dengan arus informasi yang  bersumber dari jaringan media sosial.

Sumber: AFP, The Verge, The New York Times

Sumber Gambar: presstv.ir


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes