Pengguna Tidak Memeriksa Apakah Terkena Heartbleed

arstechnicaHeartbleed bug beberapa waktu yang lalu sempat menghebohkan dunia internet. Seorang ahli keamanan mengatakan bahwa heartbleed bug tersebut dikategorikan sebagai bencana karena dampak masifnya bagi pengguna internet.

Seiring berlalunya waktu, ternyata isu Heartbleed tersebut juga makin tidak mendapat perhatian dari para pengguna internet. Tampaknya sebagian besar pengguna menganggap isu Heartbleed ini sesuatu yang tidak penting, bahkan di Amerika Serikat sendiri yang hampir semua warganya melek internet, tanggapan terhadap Heartbleed cenderung datar dan biasa saja.

Hal ini setidaknya dibuktikan oleh sebuah polling yang diadakan oleh HuffPost dan YouGov terhadap 1.000 warga Amerika Serikat pada tanggal 16 sampai 18 April yang lalu.

Dari polling tersebut ditemukan fakta bahwa hanya 23% dari responden yang telah memeriksa untuk melihat apakah situs web yang mereka gunakan terkena dampak Heartbleed. Artinya, sisanya sebesar 77% tidak memeriksa apakah situs web yang mereka gunakan terkena dampak Heartbleed. Lebih jauh, tampaknya, meskipun memiliki dampak yang sangat luas, kebanyakan pengguna tidak begitu termotivasi untuk memeriksa layanan yang mereka gunakan terkait adanya Heartbleed.

Polling tersebut juga memberikan fakta tentang apakah responden mendengar tentang Heartbleed yang memiliki dampak luas terhadap privasi dan keamanan akun. Hanya 18% responden yang mengetahui cukup banyak tentang Heartbleed, 48% sedikit mengetahui dan 34% tidak mengetahui sama sekali.

Terkait dengan keharusan pengguna mengganti password hanya 6% responden yang mengganti semua password layanan yang mereka gunakan. 16% mengganti password sebagian layanan, 16% menganti password beberapa layanan, dan 62% tidak mengganti sama sekali password layanan yang mereka gunakan.

Ini artinya peluang Heartbleed dimanfaatkan oleh hacker terbuka lebar karena sebagian besar pengguna tidak mengganti password layanan yang mereka pakai.

Nah, sebelum benar-benar terlambat, segeralah cek layanan yang anda pakai. Kemudian, apa pun hasilnya sebaiknya anda mengganti semua password layanan tersebut karena mencegah lebih baik daripada dieksploitasi oleh hacker.

Sumber: Huffington Post

Sumber Gambar: Ars Technica


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes