Jual Data Pribadi Seharga 350 Euro

wired.co.ukSebagian besar pengguna internet menyerahkan data pribadi mereka secara gratis kepada berbagai layanan, seperti Facebook, Twitter, Google dan masih banyak layanan lainnya di internet. Hal ini tidak berlaku bagi seorang mahasiswa asal Belanda bernama Shawn Buckles.

Shawn Buckles pada bulan Maret yang lalu, Buckles membuat sebuah situs web dengan sistem penawaran online untuk mengumpulkan komentar tentang privasi dan nilai data pribadi. Dia menaruh semua data pribadinya untuk dijual dengan cara lelang, termasuk catatan pribadinya, catatan lokasi, catatan medis, pola perjalanan kereta api, kalender pribadi, email, chatting media sosial, preferensinya sebagai konsumen, browser history dan juga pikirannya.

Ketika mengadakan lelang terhadap data pribadinya,  Shawn Buckles mengatakan bahwa ia ingin mengetahui siapa orang yang berhasil memiliki data pribadinya dan untuk alasan apa. Menurutnya, banyak orang tampaknya tidak memahami bahwa privasi dan otonomi sangat dan privasi yang merupakan kebutuhan untuk mengembangkan karakter dan etika individual seseorang. Meskipun privasi dan otonomi penting, banyak orang yang memberikan data mereka secara gratis dengan menggunakan layanan seperti Facebook dan Google dan pemerintah menyalahgunakan data tersebut. Pengguna internet diam-diam menyetujui pengawasan dengan membuat semua data pribadi tersedia secara gratis.

Setelah beberapa minggu dan sebanyak 53 tawaran yang masuk, lelang data pribadi Shawn Buckles tersebut dimenangkan oleh The Next Web dengan penawaran 350 euro. Menurut Buckles, The Next Web akan menggunakan data tersebut untuk menggambarkan masalah privasi di konferensi TNW yang akan datang. Uang hasil penjualan data pribadi tersebut akan disumbangkan untuk sebuah organisasi hak digital Belanda, yaitu Bits for Freedom.

Sebuah usaha yang cukup menarik bila dilihat lebih jauh. Sesungguhnya data pribadi tersebut sangat bernilai dan mungkin saja harganya lebih dari 350 euro seperti yang diperoleh oleh Shawn Buckles. Namun kebanyakan pengguna abai dengan data pribadi dan terlalu royal memberikan data mereka ke berbagai layanan di internet.

Sumber: wired.co.uk

Sumber Gambar: wired.co.uk


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes