5 Fakta Menarik Internet di Kuba

Kuba merupakan negara yang secara geografis dekat dengan Amerika Serikat. Namun kedekatan tersebut tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap akses internet bagi penduduk. Bisa dikatakan, internet merupakan produk yang sangat mahal di Kuba dan hanya orang tertentu saja yang bisa menikmatinya.

1. Hanya 5% Penduduk yang Bisa Menikmati Internet

Menurut laporan freedomhouse.org di tahun 2012 yang lalu hanya 5% penduduk Kuba yang menikmati internet.  Koneksi internet rumahan praktis tidak ada. Hanya pegawai pemerintah, akademisi, doktor perguruan tinggi, insinyur dan wartawan yang diijinkan oleh rezim Kuba yang memiliki akses internet.

Pemerintah menyediakan untuk penduduk  internet kafe, namun tarifnya sangat mahal, yaitu antara 6 dollar AS hingga 10 dollar AS per jam. Tarif ini tentu saja tidak akan sanggup dibayar oleh penduduk di mana pendapatan rata-rata mereka per minggu hanya 20 dollar AS. Kalaupun ada koneksi internet, kecepatannya sangatlah lambat sehingga kegiatan surfing di internet tidak mengenakkan, mungkin hanya bisa mengecek email. Perlu ditekankan bahwa kepemilikan pribadi dilarang di Kuba. Itulah sebabnya, dari 11 juta penduduk, hanya sekitar 700 ribuan komputer yang ada secara nasional.

2. Ada Kreativitas Untuk Koneksi Internet

Di mana akses internet terhambat, di sanalah muncul kreativitas untuk mendapatkatnnya, tidak terkecuali di Kuba. Salah satu metode yang cukup populer adalah mereka yang online mendownload konten ke drive, lalu membagi konten tersebut ke keluarga, teman dan orang lain. Dengan satu orang yang terhubung ke internet, seratus, dua ratus hingga lima ribu orang benar-benar bisa mengakses sebuah informasi.

Ada cara lain yang dilakukan untuk memperoleh akses internet, yaitu dengan menjual akses internet atau berbagi akun (menggunakan akun yang sama). Ada juga yang membuat antena ilegal, tetapi dengan mudah diketahui oleh rezim berkuasa. Beberapa orang ada yang menelpon sebuah nomor di Amerika Serikat, lalu merekam pesan anonim yang secara otomatis dikonversi ke pesan teks dan  membaginya melalui Twitter atau Facebook. Namun cara ini juga termasuk mahal, yaitu sekitar 1 dollar AS.

3. Hampir Tidak Ada Sensor Online

Dengan sedikitnya akses internet, tentu sensor online tidak dibutuhkan. Banyak halaman berita dari Amerika Serikat seperti The New York Times dapat diakses secara bebas. Facebook dapat diaksese, demikian juga Twitter, tetapi YouTube diblok oleh rezim yang berkuasa.

4. Pemerintahan Kuba Lebih Banyak Hadir di Internet

Dengan dibatasinya internet bagi penduduk, menjadi jelas bahwa yang ada di internet di Kuba hanyalah pemerintah atau pihak-pihak yang diijinkan pemerintah yang berkuasa.

5. Pengawasan Internet Tidak Canggih

Pemerintah yang berkuasa memilik kontrol ketat terhadap telekomunikasi di Kuba. Hanya ada dua ISP ( Internet Service Providers) di Kuba yang kedua-duanya dimiliki pemerintah, sedangkan operator selular hanya ada satu. Dengan kondisi seperti itu, pemerintah Kuba tidak memerlukan peralatab canggih dalam pengawasan internet. Kuba memiliki perangkat lunal Avila Link yang bisa mengumpulkan data pribadi dari komputer publik dan memantau aktivitas berinternet.

Di kafe internet, pemerintah Kuba menyediakan ID untuk menggunakan komputer sehingga mustahil untuk menjadi anonim. Banyak dari penduduk secara sadar tidak menggunakan internet (self censorship) atau mengundurkan diri karena kalaupun memakai internet hampir tidak luput dari pengawasan pemerintah.

Sumber: Mashable

Sumber Gambar: capitolhillcubans.com


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes