Program Mata-mata NSA Menyadap Percakapan Telepon

wnyc.orgTampaknya program mata-mata yang dilakukan oleh National Security Agency atau NSA tidak hanya memata-matai pengguna internet di seluruh dunia. Laporan terbaru yang dirilis oleh The Washington Post menyebutkan bahwa NSA memiliki program untuk menyadap percakapan telepon nasional (Amerika Serikat) dan asing.

Menurut The Washington Post,  National Security Agency telah membangun sistem mata-mata yang mampu merekam  100 persen panggilan telepon negara asing. Sistem tersebut memungkinkan agen-agen NSA untuk mundur dan meninjau ulang percakapan selama satu bulan setelah mereka menyadap percakapan tersebut. Program mata-mata dengan kemampuan merekam dan meninjau ulang percakapan telepon tersebut ibaratnya sebuah mesin waktu yang dapat memutar ulang suara dari setiap panggilan tanpa memerlukan  seseorang diidentifikasi terlebih dahulu.

Program penyadapan suara/percakapan tersebut MYSTIC, dimulai pada tahun 2009. Alatnya disebut RETRO, singkatan dari retrospective retrieval. Proyek ini mencapai kapasitas penuh pada tahun 2011 yang lalu dan dokumen perencanaan antisipasi untuk operasi yang sama akan dilaksankan di tempat lain.

Dalam tahap awal proyek ini, sistem pengumpulan merekan setiap detik pembicaraan di seluruh Amerika Serikat kemudian menyimpan triliunan percakapan selama 30 hari. Sistem buffer secara otomatis akan menghapus percakapan lama jika data percakapan baru berhasil dikumpulkan.

Bocoran dokumen menyebutkan buffer yang ada dalam sistem mata-mata ini bisa membukan pintu masa lalu yang memungkinkan agen NSA mengambil percakapan masa lalu. Agen hanya mendengarkan 1% dari panggilan, tetapi jumlah absolut percakapan sangat tinggi. Setiap bulannya NSA mengirim jutaan salinan percakapan untuk pengolahan dan penyimpanan jangka panjang.

Atas permintaan pejabat AS , The Washington Post menyembunyikan detail yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi negara di mana sistem penyadapan percakapan ini sedang bekerja atau negara lain di mana penggunaannya kemungkinan dilakukan.

Sumber: The Washington Post

Sumber Gambar: wnyc.org


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes