Cyberbully 3 Tahun Berakhir Bunuh Diri

 

[Internet Sehat]  Merasa wajar melakukan penghinaan atau ledek-ledekan di Facebook atau Twitter? Tidak jika pelaku dan korbannya adalah remaja, sebab itu merupakan usia rawan dimana seseorang berjiwa sangat labil dan nekad berbuat apa saja. Terlebih lagi jika cyberbully sudah sangat berlebihan hingga terjadi bertahun-tahun.

Sebuah kasus cyberbully di Kanada baru-baru ini berakhir tragis. Amanda Todd 15 tahun, bunuh diri pada 10 Oktober kemarin akibat merasa depresi menjadi korban penghinaan di dunia maya.  Cyberbullying yang dialami Amanda tidak tanggung-tanggung, yaitu selama 3 tahun, dan berimbas pada kekerasan fisik.

Sebelum melakukan bunuh diri, gadis itu meninggalkan pesan di YouTube dalam video berdurasi 9 menit, yakni “Saya tidak memiliki siapapun. Saya membutuhkan seseorang.”

Cyberbullying dialaminya sejak 3 tahun silam setelah seorang pria menjebaknya untuk bertelanjang dada di Webcam. Tak lama kemudian foto tidak senonohnya itu beredar di seanteo jagat maya.  Akibatnya Amanda menjadi bulan-bulanan di dunia maya dan nyata, termasuk sekolahnya. Bahkan depresi membuatnya jadi pecandu obat dan alkohol.

Bunuh diri dilakukan Amanda sebagai rasa frustasi karena si penguntit sudah mengirim foto-foto topless Amanda ke sekolah barunya.

Kasus Amanda hanya sedikit dari cyberbullying yang berakhir tragis. Sebuah studi mengatakan bahwa 1 dari 10 korban cyberbully melakukan bunu diri. Cyberbully hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari komentar menyerang di Facebook, SMS, pesan teks lain, Twitter, email, YouTube, dan semua media elektronik.

Sebanyak 88% anak usia 12-18 tahun mengaku menyaksikan orang melakukan cyberbully, demikian menurut studi Pew Center for Internet and American Life. Tahun 2011. Sementara pada 2012 Dan Olweus dari University of Bergen, Norwegia, menemukan bahwa 5% dari siswa di Amerika telah melaporkan dirinya menjadi target cyberbully. Padahal bisa jadi lebih banyak kasus yang tidak dilaporkan. [Internet Sehat]

Sumber referensi: Technewsdaily / Sumber gambar: kabarcepat.com

Tags:

Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes