Akun Bot di Twitter Marak Menjelang Pilpres

hurriyetdailynews.com

Kampanye kini tidak lagi dengan cara-cara konvensional seperti pengumpulan massa. Dengan adanya media sosial seperti Twitter, ladang kampanye bertambah dan mungkin hiruk-pikuknya melebihi cara-cara kampanye konvensional.

Salah satu faktor yang membuat kampanye di media sosial seperti Twitter marak adalah kemudahan memiliki akun. Selanjutnya tersedianya paket berlangganan dan koneksi internet yang cukup bagus (meskipun tidak kencang) turut memengaruhi.

Dengan kemudahan tersebut, terutama dalam pembuatan akun, tidak mengherankan munculnya fenomena akun robot. Akun robot atau biasa disebut bot adalah akun palsu yang dikendalikan secara terkomputerisasi untuk melakukan tweet.

Berbeda dengan Facebook yang hanya mengizinkan setiap satu pengguna memiliki satu akun (dengan email yang sama) Twitter membolehkan satu pengguna membuat sekian banyak akun dengan satu email. Hal ini membuat akun bot seperti memiliki peluang legal untuk memiliki eksistensi di Twitter. Selain itu, Twitter membolehkan pembuatan nama palsu yang memungkinkan banyak pengguna membuat akun dengan berbagai nama yang dipalsukan.

Menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden tanggal 9 Juli nanti, akun bot di Twitter semakin marak. Sebagaimana dicatat oleh detik.com jumlah akun bot yang muncul dan berkicau pada tanggal 19 Juni yang lalu sebanyak 27.000 akun. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi yang pernah ada sebagaimana dicatat oleh Indeks Digital.

Menurut Direktur Eksekutif Indeks Digital Jimmi Kembaren tugas akun robot atau bot tersebut adalah me-retweet, bahkan juga bisa berkicau menanggapi tweet akun real. Salah satu contoh tweet yang di-retweet oleh akun robot dalam jumlah besar adalah tweet @DennyJA_world pada tanggal 18 Juni. Akun @DennyJA_world diretweet 14 ribu kali dan kemudian 9 ribu kali pada hari berikutnya.

Menurut Jimmi, fenomena akun robot ini sudah sejak lama,  namun akhir-akhir ini jadi semakin masif terutama ketika terkait Pilpres. Akun robot kini juga sulit dibedakan dengan akun real karena juga memiliki foto dan biodata. Jimmi menilai ini cukup memengaruhi opini masyarakat.

Tentu saja, karena keleluasaan dalam membuat akun di Twitter ini membuat keberadaan akun bot menjadi semakin masif. Oleh karena itu, pengguna Twitter harus makin hati-hati untuk melihat fenomena yang ada di Twitter menjelang Pilpres 9 Juli. Trending topic yang terjadi, belum tentu disebabkan oleh banyaknya akun nyata yang melakukan tweet, mungkin saja hal itu disebabkan oleh akun bot yang didesain untuk tujuan tersebut.

Sumber: detik.com

Sumber Gambar: hurriyetdailynews.com

 


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes