Militer Cina Retas Perusahaan Satelit Amerika dan Eropa

staticworld.net

Perusahaan keamanan yang berbasis di Amerika Serikat, Crowdstrike mengklaim sebuah grup peretas yang berbasis di kantor Tentara Pembebasan Rakyat Cina telah melakukan aksi hacking terhadap perusahaan satelit Amerika Serikat dan Eropa. Klaim tersebut muncul beberapa minggu setelah pemerintah Amerika Serikat  mengajukan dakwaan terhadap lima anggota dari divisi maya yang dianggap bekerja di luar organisasi militer yang sama, yang dikenal sebagai Satuan 61398 karena tuduhan melakukan hacking terhadap enam perusahaan AS.

Serangan yang dilakukan terhadap perusahaan satelit AS dan Eropa tersebut dilaporkan hari Senin dilakukan oleh Satuan 61486 dan terutama berusaha untuk mencuri rahasia dagang dari badan-badan swasta dan publik yang beroperasi di industri satelit, ruang angkasa dan komunikasi.

Menurut Guardian dua sumber terpisah yang akrab dengan kegiatan kelompok tersebut menyebut kelompok peretas tersebut sebagai Putter Panda dan telah beroperasi sejak akhir tahun 2009 juga telah menyerang perusahaan di Inggris. Kelompok peretas dari Cina tersebut dikenal dengan satuan  61486 dan 61398.

Menurut peneliti Crowdstrike, peretas Putter Panda akan mengirim email kepada sasaran, mencoba untuk membujuk mereka untuk mengklik lampiran yang menjanjikan informasi mengenai konferensi yang akan diadakan di masa depan. Ketika lampiran dibuka, malware yang telah dirancang sebelumnya yang dikenal sebagai remote access trojans akan diam-diam men-download pada sistem penerima dengan memanfaatkan kerentanan di Adobe Reader dan Microsoft Office.

Sebuah laporan terpisah pada hari Selasa kemarin dari perusahaan keamanan FireEye menunjukkan peretas Cina juga menggunakan media sosial dalam serangan yang ditargetkan pada penyedia infrastruktur penting.

Dalam rincian yang dikemukakan oleh Fire Eye kasus tersebut melibatkan perusahaan energi yang tidak disebutkan namanya dan seorang perempuan palsu yang disebut Emily, nama pelamar pekerjaan yang digunakan untuk menghubungi seorang karyawan di media sosial dalam upaya untuk mengumpulkan informasi dari perusahaan.

Resume yang dikirim oleh Emily melalui email juga disusupkan malware, yang akan menginstal backdoor pada komputer sasaran untuk memungkinkan akses untuk peretas. Serangan tersebut dikaitkan dengan sebuah kelompok yang disebut Clandestine Fox, yang menurut FireEye berbasis di Cina.

Beberapa sektor industri keamanan dan dalam pemerintah menyerukan agar Amerika Serikat dan lain-lain untuk menerapkan lebih banyak tekanan pada Cina untuk mengekang aktivitas spionase digital. Namun Cina membantah telah melakukan aksi spionase digital tersebut.

 Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: staticworld.net


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes