Vodafone Akui Pemerintah Melakukan Penyadapan

telegraph.co.uk

Berita penyadapan kembali ramai di media setelah salah satu operator besar di dunia, Vodafone mengakui bahwa pemerintah menggunakan kabel rahasia untuk menyadap telepon.

Menurut pengakuan Vodafone sebagaimana dikutip oleh The Telegraph, agen/instansi pemerintah  dapat mendengarkan percakapan telepon secara langsung dan bahkan melacak lokasi warga tanpa surat perintah dengan menggunakan kabel rahasia yang terhubung langsung ke peralatan jaringan Vodafone.

Vodafone mengakui bahwa kabel rahasia milik pesaingnya telah dihubungkan ke jaringan milik mereka sehingga memberikan kemampuan kepada agen/instansi pemerintah untuk melakukan penyadapan telepon dan lalu lintas broadband. Vodafone menambahkan bahwa hal ini merupakan kewajiban setiap operator di banyak setiap negara.

Hal ini diungkapkan dalam laporan baru yang dirilis oleh Vodafone, yaitu Law Enforcement Disclosure Report yang menjelaskan dengan tepat bagaimana pemerintah terlibat dalam kegiatan penyadapan terhadap warga negaranya.

Dalam laporan tersebut, Vodafone mengatakan bahwa 29 negara tempat Vodafone beroperasi menerapkan aturan yang berbeda-beda untuk membatasi atau memblok akses untuk pengguna atau memungkinkan pemerintah untuk langsung mengakses informasi tentang pengguna. Vodafone menjelaskan penolakan untuk mematuhi hukum-hukum tersebut adalah bukan pilihan karena negara-negara tersebut bisa menghentikan operasi Vodafone di negara tersebut.

Di beberapa negara apa yang dilakukan oleh Vodafone tersebut berarti memberikan akses ke isi panggilan telepon dan komunikasi elektronik lainnya, atau akses ke metadata seperti jumlah panggilan yang dibuat, nomor yang dipakai untuk melakukan panggilan dan lokasi penelepon ketika panggilan tersebut dilakukan. Di enam negara di mana Vodafone melakukan bisnis, tidak termasuk Inggris, Vodafone disuruh untuk menyediakan kabel akses langsung  yang bisa langsung masuk ke jaringan Vodafone sehingga memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan data apapun yang mereka inginkan, tanpa harus mengeluarkan surat perintah.

Di beberapa negara di mana Vodafone beroperasi, seperti Mesir, India, Qatar, Rumania, Afrika Selatan dan Turki adalah ilegal untuk mengungkapkan informasi apapun tentang bagaimana dan seberapa sering penyadapan dilakukan.

Vodafone patut dipuji dengan mengungkap hal ini secara terbuka dalam skala global. Operator lain pun di seluruh dunia perlu mengungkapkan hal ini agar semuanya menjadi jelas bagaimana pemerintah atau instansi pemerintah melakukan penyadapan dan memperoleh data-data pengguna tanpa satu pun ijin yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: The Telegraph

 


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes