20% Orang Inggris Ingin Google Glass Dilarang

Crave Online

Produk wearable technology dari Google, Google Glass menuai banyak kekhawatiran dari publik. Meskipun masih berstatus produk beta dan terbatas hanya digunakan beberapa orang saja, Google Glass menuai kecaman yang tidak sedikit.

Survei terbaru yang diadakan oleh Centre for Creative and Social Technology (CAST) di University of London dan perusahaan hosting Rackspace terhadap 4.000 orang Inggris menunjukkan lebih dari setengah responden mengatakan masalah privasi merupakan halangan utama untuk membeli weareable technology seperti Google Glass. 61% responden mengatakan setuju device semacam Google Glass tersebut perlu diatur dengan undang-undang. Fakta yang cukup kuat yang diperoleh dari survei tersebut adalah 20% responden menginginkan Google Glass tersebut dilarang.

Perlu dicatat, meskipun ada penolakan, survei yang diadakan oleh CAST ini juga menunjukkan minat publik terhadap wearable technology jika sudah tersedia di pasar. 39% responden mengatakan ingin menggunakan wearable technology tersebut.

Google sendiri tidak tinggal diam terhadap kritikan yang dialamatkan ke Google Glass. Beberapa waktu yang lalu, Google mengatakan bahwa Google Glass tidak akan diberikan teknologi pengenal wajah atau Facial Recognition. Ini tentunya terkait dengan masalah privasi yang menjadi debat utama di Google Glass. Dengan tidak membenamkan teknologi pengenalan wajah ke Google Glass kekhawatiran terhadap privasi bisa dikurangi.

Langkah lain Google adalah merilis Google Glass Platform Developer Policies yang baru untuk menangkal pemanfaatan Google Glass bagi konten dewasa atau porno. Hal ini terkait dengan adanya aplikasi konten dewasa yang dirilis oleh sebuah developer. Dengan merilis Google Glass Platform Developer Policies yang baru tersebut masalah-masalah yang bisa memberikan kredit negatif terhadap Google Glass bisa berkurang.

Nah, bila device seperti Google Glass sudah tersedia di pasar, apakah anda akan membelinya atau menolak kehadirannya?

Sumber: Telegraph.co.uk

Sumber Gambar: Crave Online


Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes