18% Siswa Amerika Korban Bully, 5% Korban Cyberbully

[Internet Sehat ] Masalah bully atau pelecehan dan keketerasan pada sesama remaja, tak pernah ada habisnya. Ketika orang tua mulai sibuk melindungi anaknya dari aksi cyberbully di internet dan ponsel, ternyata problem bullying tetap yang jadi masalah utama.

“Klaim media dan peneliti bahwa kasus cyberbully meningkat dramatis kini sudah mulai dibesar-besarkan,” komentar Dan Olweus, psikolog dari University of Bergen, Norwegia yang belum lama ini melakukan penelitian pada siswa-siswa di Amerika.

Menurutnya hanya sedikit data ilmiah yang membuktikan bahwa pelecehan dan kekerasan melalui teknologi meningkat dalam 5-6 tahun terakhir. Serangan langsung pada remaja lebih sering terjadi ketimbang melalui pesan teks.

Olweus menemukan bahwa cyberbully biasanya diikuti dengan tindakan serangan di dunia nyata, demikian menurut studinya yang dipresentasikan di konferensi American Psychological Association di Orange County, California.

Studi yang dilakukan Olweus melibatkan 450.000 siswa Amerika kelas 3 sampai 12. Sekitar 18% dari siswa tersebut mengaku pernah di-bully secara verbal, sementara 5% lain pernah jadi target serangan online. Ia yakin bahwa program pencegahan di sekolah harus tetap fokus pada bullying tradisional yang terjadi du dunia nyata, namun juga harus mempedulikan cyberbully. Keduanya sama-sama merendahkan dan menyiksa para siswa.

“Ada banyak bentuk cyberbully, misalnya mengunggah video atau foto memalukan si siswa tersebut, yang tentu saja berimbas negatif,” jelasnya.

Walau prevelansi kasus cyberbully tidak terlalu diekspos media, tetap saja 48 negara bagian Amerika menganggap perlunya ada hukum yang bisa mencegah dan menindak pelaku cyberbully.

Bagaimana di Indonesia? [Internet Sehat ]

Sumber artikel: technewsdaily.com / Sumber gambar:technewsdaily.com

Tags:

Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes