[Internet Sehat] Wi-Fi adalah teknologi yang paling memicu stres. Sementara email justru teknologi pereda stres. Ah, masa iya?
Semestinya teknologi bikin hidup lebih muda, sampai ada sesuatu yang salah dengannya. Namun ada saja orang yang bilang bahwa teknologi bikin mereka stres. Sepertiga pengguna teknologi beranggapan bahwa secara keseluruhan teknologi bikin mereka stres. Dan ketika ditanya tentang jenis teknologi secara spesifik, jumlahnya menjadi dua kali lipat.
Virgin Digital Help belum lama ini melakukan survei terhadap 210 orang dewasa di Amerika Serikat dan Inggris melalui Facebook, Twitter, email, dan telepon. Hampir 80% dari responden ini berusia 18-34 tahun. Dari situ diketahui bahwa teknologi yang paling bikin stress ternyata berkaitan dengan koneksi internet. Yang paling memicu stres adalah Wi-Fi (12,4%), kemudian komputasi awan alias cloud (11,4%), kemudian masalah yang muncul dengan jaringan dan sinkronisasi perangkat (10%). Dan ketika kombinasi ketiga masalah ini muncul, biasanya user tak bisa mengakses informasi yang mereka butuhkan.
Kaum wanita ternyata lebih sering stres gara-gara teknologi ketimbang pria, dengan perbandingan 31% banding 20%. Sekitar 27% responden berusia di atas 55 tahun menyatakan bahwa teknologi itu terlalu rumit. Secara keseluruhan, responden merasa bahwa teknologi cepat berubah-ubah (18,6%), dan mereka dihadapkan pada isu kompabilitas (15,2%).
Hal lain yang dianggap tidak terlalu memicu stres adalah mereka sering sudah berkutat dengan gadget-nya dan lebih familiar, seperti desktop, laptop, printer, ponsel, dan internet secara umum. Teknologi yang juga dianggap tak terlalu memancing stres adalah komputer tablet dan situs jejaring sosial. Email dianggap sebagai teknologi yang paling tidak bikin stres, bahkan menjadi teknologi pelepas stres.[Internet Sehat]
Sumber artikel: technewsdaily.com / Sumber gambar:technewsdaily.com








Facebook Comment: