4 Jurus Marketing di Social Media

[Internet Sehat]  Banyak perusahaan yang memanfaatkan social media untuk melempar trik-trik marketing. Membuat akun di Facebook, Twitter, Multiply, lalu gencar melakukan promosi. Namun kadang melupakan poin penting, yaitu mereka semestinya bisa berinteraksi lebih “manusiawi” dengan para pelanggan di dunia maya.

Bagaimana agar bisa sukses ber-marketing-ria tanpa kehilangan interaksi berarti dengan pelanggan?

1. Jangan hanya bertindak otentik

Ada brand yang harus dijaga setiap pemasar, dan itu harus tetap otentik. Misalnya memposting pesan yang mengandung tagline khusus, sebagai penguat branding. Lebih dari itu, keotentikan juga harus dijaga dengan tidak menghapus komplain atau respon negatif dari pelanggan. Justru ini akan membuat brand kita lebih manusiawi. Sebab tidak mungkun suatu produk sempurna 100%.

2. Jadilah “nyata” untuk menciptakan kepercayaan

Makin kita bisa dipercaya oleh teman di social media, makin mereka manjadi semacam advokat bagi brand kita.  Bagaimana membangun kepercayaan di dunia maya? Tentu dengan menjadikan hubungan kita dengan mereka menjadi sesuatu yang nyata.  Kedekatan emosi dapat diciptakan walau hanya melalui internet, yaitu dengan membuat komunikasi lancar, respon yang cepat, bahkan kalau perlu sesekali ajak mereka copy darat, agar hubungan tidak hanya terbatas di dunia maya.

3. Memperhatikan pelanggan

Marketing di social media sepenuhnya berkaitan dengan hubungan baik. Saat kita memiliki hubungan baik dengan mereka, maka mereka akan menjadi pembela branding kita. Mereka akan menjadi teman yang merekomendasikan produk kita ke orang lain, bahkan membela kita saat ada masalah. Ini sangat berguna dan berharga bagi bisnis kita, maka sepantasnya kita memperhatikan mereka. Berilah respon pada komentar mereka di status Facebook atau twit kita. Sesekali juga sapa mereka untuk menanyakan kabar.

4. Menjadi teman yang sebenarnya

Jangan bersikap baik hanya selagi membutuhkan mereka saja, namun selalu baik sepanjang waktu. Ini penting, sebab dengan menjadi teman yang sebenarnya, bukan sekadar teman bisnis belaka, maka hubungan kita dengan pelanggan akan makin baik. Mereka juga akan merasakan ketulusan kita sebagai teman, bukan sebagai tenaga marketing suatu produk. [Internet Sehat] 

Sumber artikel: mashable.com / Sumber gambar: smminteractive.com

Tags:

Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes