Girls Who Code, Sekolah “Hacker” Khusus Cewek

[Internet Sehat]  Sadarkah Anda, mayoritas pemimpin industri teknologi masih didominasi kaum Adam? Ini tak lepas dari minimnya jumlah perempuan yang berminat pada bidang komputer. Bahkan di negara semaju Amerika pun, dari 57% lulusan perguruan tinggi yang terdiri dari perempuan, hanya 14% saja yang merupakan tamatan sains komputer dan bidang engineering.

Sebuah program menarik bertajuk Girls Who Code belum lama ini dirilis untuk mengimbangi ketimpangan tersebut. Organisasi baru ini meluncurkan program edukasi, dan menginspirasi remaja putri usia 13-17 tahun dengan kemampuan di bidang teknologi. Program ini didukung oleh sejumlah perusahaan besar seperti Twitter, Google, eBay dan General Electric.

“Saat saya menjalankan kantor, saya melihat ada kesenjangan besar di bidang teknologi, terutama untuk para remaja putri,” ujar pendiri Girl Who Code, Reshma Saujani, yang sejak 2012 sudah berkampanye mengenai isu ini.

“Saat 70% siswa SMA tidak punya akses komputer di sekolahnya, maka kita perlu mengajari  remaja putri bagaimana melakukan coding dan ilmu komputer lain di luar sekolah.”

Di program ini, gadis remaja akan diajari bagaimana mendesain web, ilmu robotic, pengembangan aplikasi, ilmu komputer, dan  entrepreneurship. Setiap siswi akan dipertemukan dengan mentor engineering yang tersedia sepanjang tahun. Mereka akan diajak berkunjung ke perusahaan top seperti Facebook, Twitter dan Google. Bahkan akan mendapat “kuliah” dari para innovator teknologi, seperti CEO Twitter Dick Costolo, pendiri Alexis Maybank, Gilt Groupe , dan Richelle Parham, pimpjnan marketing eBay.

Saujani juga bekerjasama dengan sejumlah guru dan profesor untuk menyusun kurikulum dalam rangka menyiapkan para siswi menciptakan aplikasi mobile dan web.

“Jika kita mengerahkan kemampuan penuh kaum wanita menjalankan perusahaan teknologi, saya tak bisa membayangkan bagaimana dunia ini nanti, pasti akan jadi tempat yang sangat menakjubkan,” komentar Saujani.

Mampukan program Girls Who Code mengatasi kesenjangan teknologi antar gender? Kita lihat saja beberapa tahun ke depan. [Internet Sehat]

Sumber artikel: mashable.com / Sumber gambar: mashable.com

Tags:

Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes