[Internet Sehat] Demam memakai smartphone sudah luar biasa. Peranti mungil serba bisa ini membuat penggunanya tergila-gila, sebab mampu melayani hampir semua kebutuhan selayaknya sebuah komputer.
Jika dulu mengakses Facebook atau browser hanya bisa melalui laptop atau desktop, kini dengan smartphone sudah didapat kualitas yang sama memuaskan. Masalahnya adalah, seberapa aman smartphone kita? Atau lebih tepatnya, seberapa aman data kita tersimpan di smartphone?
User smartphone sudah pasti mengunduh beragam jenis aplikasi, mulai dari social media, games, office mobile, dan banyak lagi. Tahun 2011, tercatat sekitar 25 miliar aplikasi berbasis Android dan iOS terunduh di smartphone di seantero dunia. Banyak pula yang tidak menyadari beredarnya aplikasi-aplikasi yang mengandung malware berbahaya.
Tidak banyak yang tahu, bahwa ada empat celah berbahaya pada smartphone kita. Apa saja itu?
Celah aplikasi, yang bisa berisi malware yang dapat mencuri data kita. Celah hardware, yang bisa mengkorupsi memori dan mengakses data pada gadget kita. Celah jaringan, di mana data bisa dicuri melalui jaringan Wi Fi. Dan yang terakhir adalah celah pada sistem operasi, misalnya pada kasus jailbreak Android dan iPhone
Pada pertengahan April dilaporkan adanya Instagram palsu untuk Android yang mengandung malware. Malware banyak menyebar dari aplikasi mobile pihak ketiga. Direkomendasikan agar user sebaiknya mengunduh dari web store terpercaya. Jaringa sosial mobile Path menemukan adanya celah yang memungkinkan pihak tertentu mengunggah daftar telepon tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Aplikasi yang paling berisiko adalah jenis aplikasi yang mengunggah data user tanpa seizin pemiliknya. Dan para user yang merasa dirugikan ada juga yang tidak terima, lho.
Tahun ini, ada 13 tuntutan hukum terhadap 18 perusahaan berkaitan dengan masalah keamanan data pada gadget mobile mereka, termasuk Facebook, Instagram, Yelp, LinkeIn, Foursquare. Tuntutan mereka secara garis besar adalah keberatan atas penyalahgunaan data pribadi mereka oleh pihak lain, sehingga pihak tersebut mendapat keuntungan komersil.
Waduh, lalu bagaimana agar data kita tetap aman, dan tak perlu repot-repot melakukan tuntutan hukum? Seperti yang sudah ditekankan di atas, janganlah mengunggah aplikasi mobile dari web tidak resmi. Selain itu, hapuslah aplikasi yang tidak dapat melindungi data user, yaitu aplikasi yang tidak dilengkapi setting pengubah privasi. [Internet Sehat]
Sumber artikel: mashable.com / Sumber gambar: lawyersweekly.ca








Facebook Comment: