[Internet Sehat] Demam SMS atau berkirim pesan instan melalui ponsel ternyata memang sudah merajalela. Bahkan aktivitas satu ini juga masih banyak dilakukan saat mengendara. Padahal sudah ada aturan hukum yang melarang kita ber-SMS dan chitchat di ponsel saat mengendara, akibat banyaknya jumlah kecelakaan yang disebabkan.
Sebuah data yang dilansir Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa sepertiga dari remaja pengendara mobil di Amerika Serikat masih asyik ber-SMS dan chatting di ponselnya ketika sedang mengemudi.
Dilaporkan sebanyak 32,8% pelajar kelas 9 hingga kelas 12 ber-SMS dan berkirim email ketika mengemudikan mobil atau kendaraan lain, setidaknya sekali dalam 30 hari sebelum mengikuti survei. Dari angka itu, remaja pria lebih banyak yang berkirim SMS dan email (34,9%) ketimbang remaja perempuan (30,4%).
Sementara di antara pelajar Sekolah Menengah Umum, sebanyak 58% mengaku ber-SMS dan berkirim email ketika mengemudikan mobil atau kendaraan lain, setidaknya sekali dalam 30 hari sebelum mengikuti survei.
Waduh, cukup riskan juga ya perilaku mereka ini.
Selain menyibak data seputar kebiasaan ber-SMS saat mengendara, survei tersebut juga menyebut tentang kebiasaan pelajar bermain games dan nonton TV. Sebanyak 31,3% pelajar mengaku bermain video games atau memakai komputer untuk keperluan di luar urusan sekolah, setidaknya 3 jam per hari. Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2009, yang hanya 24,9 % saja.
Sebesar 32,4% pelajar menonton TV lebih dari 3 jam sehari di hari sekolah. Angka ini tak mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2009, yaitu 32,8%. [Internet Sehat]
Sumber artikel: forbes.com / Sumber gambar: leadinghands.org








Facebook Comment: