[Internet Sehat] Pusing sama hoax yang beredar di Twitter? Di China itu tidak akan terjadi. Mikroblog terbesar di China, Weibo, memberlakukan aturan baru yang membuat orang tidak bisa semaunya posting. Weibo ini mirip dengan Twitter, dan sangat diminati di negeri Panda itu. Layanan ala Twitter ini mulai membuat aturan main tersebut sebab pemerintah mengkritik keras atas sejumlah kabar tanpa sumber jelas yang beredar di social media tersebut.
Sistem aturan itu dibuat dengan member poin dan kredit bagi tiap user. Jika user melanggar, maka poinnya akan dkurangi. Jika masih dulangi, akun user akan dihapus. Setiap user akan diberi 80 poin, dan boleh menggunakannya untuk posting promosi . Jika melanggar, maka poin ini dihapus. Jika selama dua bulan poinnya tetap bagus, maka akan ditambah 80 poin lagi.
Aturan baru ini mendapat pandangan skeptis dari pengamat. “Saya ragu bahwa aturan ini akan cukup berpengaruh,” komentar Dr Kerry Brown, Kepala Asia Programmer.
Dengan aturan ini maka user Weibo tidak dapat sembarangan menyebarkan rumor, informasi yang tidak benar, serangan ke pihak lain, fitnah, menentang prinsip dasar konstitusi China, menyebarkan rahasia negara, mengancam kehormatan pemerintah China, menyebarkan tahayul, protes atas keputusan hukum. Untuk mengakali banyak keterbatasan ini, biasanya user memakai nama baru untuk menghapus “dosa” di masa lalu.
Sina, pengembang Weibo, mengklaim bahwa aturan-aturan tersebut bukan buatan mereka sendiri, melainkan menyesuaikan dengan hukum di China.
Bulan lalu pemerintah China sempat mendesak Sina untuk menunda postingan user selama 3 hari setelah ada rumor yang menyebar di social media. Mereka sangat keberatan dengan isu politis seperti berita tentang pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan cerita percobaan kudeta militer untuk penggulingan presiden China. [Internet Sehat]
Sumber artikel: BBC.com / Sumber gambar: portal.paseban.com








Facebook Comment: