9 Juli, 300.000 Komputer Hilang Akses Internet

[Internet Sehat]  FBI mengingatkan, kemungkinan lebih dari 300.000 pengguna komputer di seantero dunia tidak dapat mengakses Internet pada 9 Juli 2012 mendatang akibat terinfeksi virus DNS Changer.

Pada November 2011 lalu, FBI menangkap 6 warga Estonia yang melakukan penipuan dalam Operasi Klik Ghost. Mereka lah penyebar malware Domain Name System (DNS) Changer yang menyelusup ke server komputer dan memanipulasi iklan online. Atas aksinya itu 6 penjahat criminal Estonia tersebut meraup keuntungan tidak kurang dari 14 juta dolar,

“Mereka ini terorganisir, memiliki bisnis lain, tapi keuntungan utamanya didapat secara illegal,” ungkap agen FBI dalam rilis berita mereka.

Masalahnya, malware yang mereka sebar sudah menginfeksi banyak sekali komputer di seluruh dunia, bahkan mencapai jutaan. Tapi kini diprediksi sudah menurun menjadi 350.000 komputer saja, dan 85.000 di antaranya ada di Amerika Serikat. Komputer yang terinfeksi malware ini diubah server DNS-nya ke server palsu bernama Rove Digital tanpa disadari penggunanya.

Lalu, mengapa 9 Juli nanti mereka tidak dapat mengakses internet? Sebab pada tanggal itu FBI akan menutup server DNS palsu tersebut, sehingga semua komputer yang terinfeksi tidak bisa mengakses internet sama sekali.

Apakah kita termasuk salah satunya? Bisa segera dicek di www.dcwg.org, situa yang dibuat untuk memantau DNS Changer. Silakan kunjungi situs itu, klik tombol warna hijau “Detect” yang ada di pojok kiri atas. User akan diarahkan ke laman baru, lalu klik

http://www.dns-ok.us/. Jika komputer kita tidak terinfeksi, maka akan muncul logo besar bertuliskan  “DNS Resolution = GREEN”. Berarti komputer kita aman.

Jika muncul logo warna merah, maka artinya komputer kita terinfeksi. Cara mengantisipasinya adalah dengan mengikuti pentunjuk yang ada, dan install software antivirus gratisnya di http://www.dcwg.org/fix/.  [Internet Sehat]

Sumber artikel: CNN.Com / Sumber gambar: merdeka.com

Tags:

Facebook Comment:

theme by Mr Wordpress Themes