Menggunakan telepon seluler ternyata tidak meningkatkan resiko penyakit kanker pada anak. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan ponsel ternyata tidak berhubungan dengan tumor otak.
Para ilmuwan menganggap penelitian ini sangat penting karena merupakan penelitian pertama yang menjadikan anak-anak sebagai fokusnya. Penelitian ini membandingkan kebiasaan dari hampir 1.000 anak di Eropa Barat dalam menggunakan ponsel dimana 352 di antaranya memiliki tumor otak dan 646 lainnya tidak.
Kelompok peneliti yang dipimpin oleh Denis Aydin dari Swiss Tropical and Public Health Institute melihat data yang mereka dapat dari beberapa sisi agar bisa melihat dampaknya dalam penggunaan ponsel jangka panjang. Hasilnya, penelitian yang didanai oleh badan kesehatan Eropa tersebut menyebutkan bahwa tidak ada tumor di otak anak-anak yang telah menggunakan ponsel selama 5 tahun atau lebih.
Para ilmuwan dan juga pengguna ponsel sudah sejak lama khawatir akan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh ponsel, terutama pada anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang, karena ponsel memancarkan energi yang terlalu dekat pada otak ketika digunakan.
Dalam penelitian itu pula, Aydin menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel bisa masuk ke otak anak-anak lebih dalam karena tengkorak mereka lebih kecil. Bahkan penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa anak-anak menyerap energi ponsel dua kali lipat lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Meski begitu, ternyata energi yang dipancarkan ponsel ini tak cukup kuat untuk merusak struktur DNA sebagai pangkal mutasi gen dan kanker.
Walaupun kekhawatiran terhadap penggunaan ponsel masih ada, tidak ada satupun yang memiliki teori yang pasti tentang bagaimana hal itu bisa terjadi. Jika ponsel memang benar bisa menyebabkan tumor otak, tumor tersebut seharusnya timbul di otak samping karena ponsel selalu dekat dengan daerah tersebut. Ilmuwan John Boice dan Robert Tarone dalam sebuah editorial menyebutkan bahwa anak-anak mempunyai resiko paling kecil terkena tumor otak jika dihubungkan dengan ponsel. Mereka juga menerangkan bahwa hampir tidak ada peningkatan penderita tumor otak, baik anak-anak maupun dewasa, sejak ponsel marak di dekade 90-an. Mereka menambahkan bahwa ada 285 juta ponsel yang aktif di Amerika saja pada tahun 2009. Jika ponsel benar-benar menyebabkan tumor otak, hal itu seharusnya sudah bisa diketahui sekarang.
Rachel Vreeman, seorang dokter spesialis anak-anak, memperkuat hasil-hasil penelitian di atas dengan meyakinkan para orang tua agar tidak mengkhawatirkan pemakaian ponsel pada anak-anak. John Walls dari CTIA – The Wireless Association juga ikut menyatakan jika bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menunjukkan bahwa piranti wireless seperti ponsel beresiko pada kesehatan seseorang.
Walaupun begitu, American Cancer Society memberikan saran bagi mereka yang masih khawatir akan kanker akibat penggunaan ponsel dengan memanfaatkan perangkat seperti hands-free atau speakerphone.
Sumber: USA Today
[dew / Internet Sehat]













Facebook comments: