Sebuah skandal menimpa seorang politikus Amerika terkait typo yang ia lakukan di situs mikroblogging Twitter. Kejadian ini semakin membukakan mata bahwa menjaga privasi di dunia maya adalah hal yang tidak boleh dianggap remeh. Dan yang tidak boleh dilupakan juga ialah bahwa Twitter bukanlah ranah private sehingga setiap tindakan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kesalahan yang dilakukan oleh Anthony Weiner bisa berdampak buruk. Pernikahannya bisa saja mengalami gonjang-ganjing, karirnya di Partai Demokrat Amerika Serikat dan reputasinya bisa pula terganggu. Semua ini berawal dari niat Weiner yang sedianya akan mengirimkan foto pribadi ke salah satu follower wanitanya. Foto yang tergolong tak senonoh ini beredar di publik karena alih-alih mempostingnya via DM (Direct Mesagges), Weiner malah mengumbarnya untuk publik.
Weiner yang dikenal akrab dan aktif di situs-situs jejaring ini melakukan kesalahan besar saat memakai layanan 140 karakter ini di TweetDeck. Untuk mengirimkan DM di TweetDeck, pengguna diminta mengetikkan huruf D dan diikuti dengan nama Twitter orang yang dituju. Sedangkan untuk melakukan mention, pengguna harus mengetikkan simbol @ lalu diikuti dengan username orang yang akan di-mention. Inilah kesalahan yang Weiner lakukan. Alih-alih mengetikkan D, ia malah mengetik simbol @. Alhasil, foto selangkangannya bisa dilihat khalayak umum.
Seorang ahli privasi menanggapi kasus ini dengan mengatakan bahwa penting bagi seseorang untuk sungguh mengenal kegunaan sebuah media sosial. Platform sosial ditujukan untuk membantu orang terkoneksi satu sama lain serta menyebarkan ide dan informasi secara online. Layanan seperti Facebook dan Twitter didirikan untuk berbagi, bukan untuk rahasia. Chet Wisniewski, ahli keamanan yang rutin menulis blog di Sophos menjelaskan bahwa Twitter bukan didesain untuk privasi. Jika seseorang tidak ingin publik mengetahuinya, maka jangan mempostingnya di Twitter.
Tak hanya mengumbar foto tak pantasnya tersebut di akun Twitter, Weiner juga melakukan kesalahan dengan memakai aplikasi pihak ketiga yakni dalam kejadian ini yFrog untuk mengunggah foto. National Journal pernah menjelaskan bahwa yFrog dan layanan berbagi foto Twitter lainnya seperti Twitpic akan mendisplay foto dalam format timeline. Jadi siapapun yang mengunjungi situs tersebut akan bisa melihatnya, entah fotonya dishare di Twitter atau tidak.
Sumber: Huffingtonpost
[dew / Internet Sehat]













Facebook comments: