Kampanye Keamanan Internet Kini Menyasar Anak

Sebuah kampanye menarik kini diterapkan untuk melindungi anak-anak di dunia maya. Sasarannya adalah anak-anak usia lima sampai tujuh tahun. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan anak, dan membantu para orang tua untuk mengamankan interaksi anak di internet.

Kampanye ini berlangsung di Inggris, dan digelar sebagai bagian dari Hari Keamanan Internet Uni Eropa (EU Internet Safety Day).  Penggeraknya adalah UK Council for Child Internet Safety, sebuah koalisi yang terdiri dari kalangan industri, badan amal, dan pemerintah.

Seperti yang telah dilakukan oleh Internet Sehat di Indonesia, kampanye ini menarik karena memanfaatkan tokoh kartun untuk menumbuhkan kewaspadaan anak-anak. Di sini mereka diajarkan untuk berhati-hati dalam berhubungan dengan orang yang mereka kenal di internet. Tokoh-tokoh kartun akan menunjukkan bahwa orang tidak selalu seperti apa yang mereka lihat dari penampilan luarnya. Silakan unduh kartun Internet Sehat.

Kenapa kampanye ini menyasar anak-anak usia lima sampai tujuh tahun? Ini karena 80 persen dari anak-anak usia ini sudah mulai familiar dengan internet, dan satu dari lima orang tua mereka khawatir dengan orang yang mereka ajak berinteraksi di internet.

Kewaspadaan seperti ini sengaja ditanamkan sedini mungkin, agar anak-anak terlindungi dengan lebih baik. Child Exploitation and Online Protection Centre (CEOP), salah satu organisasi pendukung kampanye ini, percaya bahwa dengan meningkatkan kewaspadaan sejak dini, anak-anak akan terlindungi dengan baik saat mereka besar nanti.

Kampanye serupa sejatinya sudah digelar sejak empat tahun lalu. Awalnya sasarannya adalah anak-anak SMP dan remaja, tapi sekarang sasarannya menjurus pada kelompok-kelompok yang lebih muda.

Jim Gamble, Ketua CEOP, mengatakan bahwa anak-anak yang beresiko menjadi korban kejahatan internet kini berasal dari kelompok usia yang makin muda.

Hal yang paling masuk akal dianggap sebagai penyebab adalah maraknya anak-anak kecil yang sudah bergabung dengan layanan jejaring sosial,  padahal layanan tersebut ditujukan untuk remaja dan dewasa. Dalam kasus ini, anak gadis yang masih kecil adalah kelompok yang paling rentan menjadi korban.

Sudah saatnya anak-anak diberi tahu batasan-batasan dalam berinteraksi di dunia maya. Beri pengertian pada mereka, dan awasi aktivitas online mereka dengan cara-cara yang tidak intimidatif.

Peran orang tua menjadi begitu penting untuk mengajarkan, menuntun, serta mengawasi buah hatinya memasuki dunia maya. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan para orang tua:

- Berinteraksilah dengan anak, dan tanyakan tentang apa saja yang mereka lakukan ketika online.
- Jika mereka ingin bertemu teman online-nya di dunia nyata, mereka harus mengajak Anda atau orang dewasa lainnya yang terpercaya dan bisa menjaga anak Anda.
- Tingkatkan pengertian anak untuk hanya chatting atau menggunakan webcam dengan orang-orang yang dikenalnya di dunia nyata.
- Selalu ingatkan anak Anda untuk tidak mengumbar data pribadi kepada orang lain, seperti alamat tempat tinggal atau sekolah , pekerjaan orang tua, nomor telepon rumah dan lainnya.

Sumber: BBC dan CEOP, 19 Februari 2010

-

[art/Tim Internet Sehat]

Tags:

Facebook comments:

theme by Mr Wordpress Themes